Membangun Digital Space
yang Aman untuk Anak
Oleh :
Siska Triana Putri,S.Pd
Kelas Guru Motivator Literasi Digital
(GMLD) Indonesia
Pertemuan : 1 (Pertama)
Narasumber : Wijaya Kusuma, S.Pd, M.Pd
Moderator: Dail Ma'ruf, M.Pd
Hari/ Tanggal : Senin/ 1 November 2021
Waktu : 16.00-18.00 WIB
Pembahasan:
Dalam Literasi Digital, ada 4 hal yang harus kita
kuasai, sehingga kita bisa menyampaikannya kepada peserta didik, yaitu :
- Kecakapan Digital
Kecakapan
Digital adalah kemampuan individu untuk mengetahui dan memahami dan menggunakan
perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital dalam
kehidupan sehari-hari.
- Budaya Digital
Budaya
digital adalah kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa
dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika
dalam kehidupan sehari-hari.
- Etika Digital
Etika
digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan
diri, merasionalkan, mempertimbangkan, mengembangkan, tata kelola etika digital
(netiquette) dalam kehidupan
sehari-hari.
- Keamanan Digital
Keamana
digital adalah kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan,
menganalisis, menimbang, meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi dan
keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.
Bagaimana
Cara Kita sebagai Pendidik Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak?
- Mengajak anak untuk memahami perkembangan dunia digital yang terus berkembang.
- Kita harus memahami psikologi anak dan perkembangannya dalam dunia digital.
- Kita harus menyadarkan anak tentang apa saja resiko kejahatan pada anak.
- Kita harus memberikan pemahaman kepada anak bagaimana cara aman dan nyaman beriternet bersama keluarga tercinta.
Ketidaktahuan
dan ketidakmampuan anak-anak dalam menggunakan media digital yang baik dan
benar, dapat mengakibatkan mereka
menjadi korban kejahatan media digital. Kita terkadang dengan mudah saling
berbagi informasi termasuk data yang sifatnya pribadi kepada orang yang baru
dikenal. Akibatnya data privasi dapat disalah gunakan oleh pihak yang tidak
bertanggung jawab. Dari hasil survey Google bersama Trust dan Safety research
pada bulan Februari 2021, ada 51 % orang tua di Indonesia merasa khawatir
tentang keamanan digital anak. Bahkan ada 42 % orangtua mengkhawatirkan 3 hal
yaitu keamanan informasi anak, anak-anak menerima konten yang tidak pantas, dan
anak-anak menerima perhatian dari orang yang tidak dikenalnya.
Resiko
kejahatan di ruang digital pada anak yang sering terjadi adalah kecanduan
games, cyberbully, pelanggaran privasi, kejahatan seksual dan lain-lain. Hal
yang lebih menyeramkan adalah Grooming, kasus pelecehan seksual pada anak
dengan modus iming iming PDKT, dan Kasus grooming pada anak mulai banyak
ditemukan sejak tahun 2019 dan terus bertambah setioap tahunnya.
Bagimana supaya anak-anak kita aman dalam bermedia digital
atau mengakses internet?
Cara yang pertama
adalah Kita sebagai pendidik harus memulai belajar di media digital dan mengenalkan
kepada generasi saat ini mengenai Web Rujukan Digital Parenting berikut:
a)
literasidigital.id (kumpulan buku, video, info grafis tentang
literasi digital yang dapat di unduh secara gratis).
b) Smartschoolonline.id (program edukasi terkait pemanfaatan internet
yang sehat).
c) Sahabatkeluarga.kemendikbud.go.id (artikel,
modul, video terkait isu parenting).
d) fosi.org (beragam panduan dan tools
pengembangan digital parenting .
Cara yang kedua, dalam
bermedia digital sebaiknya kita:
a) Smart, tidak menyebarkan
informasi sensitif seperti nomor telepon, passport/KTP, password, dan alamat rumah.
b) Alert,
jangan mudah percaya dengan hal yang tidak masuk akal, jauhi phising dengan
tidak meng-klik link sembarangan.
c) Strong,
gunakan password yang sulit agar tidak mudah diretas baik untuk akun maupun
gawai, biasakan menggunakan two step authentication.
d) Kind,
sadari aktivitas online yang kita lakukan, untuk mencegah terbentuknya rekam
jejak yang membuat kita rawan jadi target kejahatan digital.
e) Brave, mengenali dan mencegah bentuk-bentuk kejahatan di ruang digital.
Tips
bagi orang tua agar Aman Berinternet Bersama Anak,
a)
Jaga Komunikasi dengan anak
b)
Bekali diri dan terus belajar
c)
Gunakan fitur dan aplikasi untuk menjaga keamaanan
anak di internet
d)
Buat aturan bersama dan terapkan konsekuensinya
e)
Menjadi teman, ikuti anak di media sosial dan jangan
berlebihan
f)
Jelajahi, berbagi dan bermain bersama anak
g) Jadilah teladan digital yang baik
Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak harus dimulai dari kita sebagai pendidik dan orang tua. Ibarat membangun rumah, maka pondasinya harus kuat dan kita harus mulai menanam pohon pendidikan. Pohon pendidikan itu berakar moral dan agam, berbatang Ilmu pengetahuan, berdaun tali silahturahim dan berbuah kebahagiaan.
Demikian resume dari materi yang disampaikan oleh Bapak Wijaya Kusuma, S.Pd, M.Pd (Om Jay) pada Kegiatan "Kelas Guru Literasi Motivator Digital (GLMD)". Kegiatan ini tentunya banyak memberikan manfaat untuk kita, baik orang tua, maupun pelajar terutama bagi saya sebagai seorang guru atau pendidik.
Terima Kasih :)

Komentar
Posting Komentar